Selamat Datang - DI Blog KATA BINTANG, tempat berproses dan berproduksi serta saling berbagi. Tempat yang nyaman dan saling menguatkan. Tempat para Bintang Memijar.

“Kata Bintang Tak Pernah Padam: Bedah Karya Bulanan Hadirkan Dokter Penulis”



Sumenep – Di tengah derasnya arus media sosial, komunitas literasi Kata Bintang tetap konsisten menjaga rutinitas bulanan: bedah karya. Jumat malam, 29 Agustus 2025, kegiatan kembali digelar dengan menghadirkan dua sosok inspiratif. Taufiku, penulis cerita anak sekaligus kontributor Jawa Pos, menjadi pembedah utama. Sedangkan karya yang dibedah adalah naskah papan cerita anak berjenjang C milik dr. Ayunita, seorang dokter dari Gapura.




Melalui pertemuan virtual, para anggota komunitas saling bercerita santai sebelum acara dimulai. Begitu sesi dimulai, naskah karya dr. Ayunita langsung menjadi magnet. Peserta larut dalam membedah alur, karakter, hingga pesan moral yang terkandung dalam cerita anak tersebut.

Kegiatan berlangsung selama satu setengah jam, naskah ini di bedah dari berbagai sisi oleh pembedah utama maupun semua anggota Kata Bintang dan siapapun yang hadir dalam meeting. Setiap komentar, kritik, dan saran dilontarkan dengan hangat, menandakan bedah karya ini bukan sekadar formalitas, melainkan ruang belajar bersama yang benar-benar hidup.

Dr. Ayunita, penulis karya yang dibedah, mengatakan:

“Menulis bagi saya adalah ruang istirahat dari rutinitas rumah sakit. Dengan menulis cerita anak, saya bisa menyalurkan pengalaman dan imajinasi sekaligus memberi pesan moral untuk generasi kecil.”

Sebagai pembedah utama, Taufiku menekankan pentingnya kesederhanaan dalam cerita anak.

“Cerita anak harus sederhana tapi bermakna yang membuat anak yang membaca semakin ketagihan membaca lagi, bahkan bisa jadi satu buku dibaca berkali-kali.”

Sementara itu, Linda Lyn yang didapuk sebagai host sekaligus pengurus bagian Media dan Publikasi Kata Bintang, menegaskan konsistensi komunitas ini.

“Kami ingin komunitas ini jadi rumah bagi siapa saja yang ingin berkarya. Bedah karya bulanan adalah cara kami menjaga api semangat itu tetap hidup.”

Bedah karya ini tetap kostisten berkat kegigihan dari debt collector naskah abadi Rasul Mauludi, dia memiliki banyak amunisi untuk membuat yang ditagih naskahnya tidak bisa mengelak untuk menyetor.

Dengan konsistensi bedah karya setiap bulan, Kata Bintang membuktikan diri sebagai komunitas literasi yang tak pernah kehilangan arah. Dari ruang diskusi sederhana, mereka terus menyalakan api kreativitas, menghubungkan penulis dari berbagai latar belakang—termasuk seorang dokter yang kini menjajal dunia cerita anak.

0 Komentar