Selamat Datang di Galaksi para Bintang - - Selamat Berbagi - - Selamat Berkarya. "Kita adalah bintang di langit masing-masing."

SYA'BAN KITA

Oleh MR. Mauludi/4chunk Maloloh

Tepat hari selasa malam rabu tanggal 7 Maret 2023 Masehi atau 14 Sya'ban 1444 Hijriyah umat Islam di Indonesia melaksanakan malam Nisfu Sya'ban. Namun, ada pula sebagian yang sudah melaksanakan pada malam selasanya sesuai hitungan hisab atau keyakinan masing-masing. Hal ini bukanlah persoalan, melainkan rahmat dan hikmah dari sebuah perbedaan yang harus disyukuri bersama sebagai umat Islam.

Dalam sejarahnya, bulan Sya'ban adalah bulan akhir pencatatan amal manusia dan berganti pada catatan baru untuk amal berikutnya. Pergantian buku amal manusia tepat pada malam ke limabelas bulan Sya'ban. Pergantian itu pula dijadikan sarana untuk memberi catatan baik diakhir buku catatan sebelum masuk pada buku catatan baru.



Dalam tradisi Islam dan sesuai anjuran agama, kegiatan pada malam Nisfu Sya'ban lebih pada memperbanyak amal ibadah yang berupa pelaksanaan ibadah sunnah dan berbagi pada sesama melalui sedekah. Mengaji alquran bagian yang dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban, seperti mengaji surah Yasin sebanyak tiga kali setelah ibadah sholat Maghrib dan dilanjutkan dengan ibadah sholat Isya' berjemaah.

Surah Yasin yang pertama diniatkan atau bertujuan, supaya diberi keberkahan umur yang panjang sehingga bisa sampai pada bulan suci Ramadhan dan seterusnya oleh Allah SWT. Surah Yasin yang kedua diniatkan atau bertujuan supaya diberi rezeki yang cukup bahkan lebih namun yang halal dan bermanfaat oleh Allah SWT. Kemudian surah Yasin yang ketiga atau terakhir diniatkan atau bertujuan supaya diberi ampunan dari segala dosa-dosa yang dilakukan oleh Allah SWT.

Hal di atas, berlaku sepanjang tahun dalam kehidupan umat Islam. Harapan-harapan yang utamanya adalah berharap pengampunan dari Allah SWT menjadi garis besar dalam pelaksanaan malam Nisfu Sya'ban. Sepanjang tahun sebelumnya, tentulah tidak terlepas dengan segala macam bentuk dosa-dosa. Baik itu dosa-dosa besar maupun kecil dan baik disengaja maupun tidak disengaja.

Tradisi di Indobesia, utamanya di pelosok atau kampung-kampung, malam Nisfu Sya'ban dijadikan momentum untuk saling bermaafan dan satu sama lain saling memaafkan. Sesama keluarga, tetangga, kerabat, teman, dan orang lain semuanya saling meminta maaf dan memaafkan atas kesalahan masing-masing. Anak-anak bergembira dan berkeliling kampung untuk bermaafan sekaligus mendapatkan hadiah berupa uang, kue, dan lainnya dari yang didatangi.

Alangkah indahnya, budaya bermaafan dan saling memaafkan bisa dilakukan setiap waktu dengan tidak harus menunggu bulan Sya'ban untuk saling memaafkan. Alangkah sejuknya pula saling memaafkan bisa dilakukan oleh semua manusia tanpa harus memandang atau berfikir atau bahkan memilah-milah untuk memaafkannya. Indahnya dunia dengan budaya positif seperti itu sepanjang tahun. Akhirnya selamat bernisfu sya'ban dan selamat menyongsong bulan suci Ramadhan 1444 Hijriyah, semoga menjadi umat manusia yang bernilai Surga sepanjang tahun.

Edisi_Sya'bankanKita

0 Komentar