Selamat Datang - DI Blog KATA BINTANG, tempat berproses dan berproduksi serta saling berbagi. Tempat yang nyaman dan saling menguatkan. Tempat para Bintang Memijar.

Puisi : Fina Millatun Kamilah

 


Fina Millatun Kamilah

Malam ibu

 

Setapak demi setapak jalan kecil

Aku lewati meski tubuh terasa menggigil

Udara malam yang begitu mencekam

Membuatku merasa seolah di ambang kematian

 

Jalan semakin sunyi

Menyisakan suara pepohonan yang saling bermadu kasih

Malam semakin larut

Tersisa suara-suara binatang malam yang sedang beradu mulut

 

Hingga tak kurasa

Aku telah sampai di depan gubuk tua

Gubuk yang telah lama tak aku jamah

Meski masih terasa sama

Namun ada sedikit yang berbeda

 

Aku masih ingat pohon itu

Di bawahnya tempatku bermain dulu

Melihatnya

Bayang-bayang masa lalu

Seakan berterbangan di anganku

 

Dengan gemetar

Pintu itu kutarik perlahan-lahan

Mataku mencari

Di mana sosok yang telah lama tak aku temui

 

Suara yang telah lama tak aku dengar

Di tengahnya larut malam

Kini semakin mencekam

 

Malam Ibu

Kuhampiri kau dengan penuh sesal

Kudekap kau dengan beribu-ribu do’a

Kau merindukanku?

Rautnya seolah tak dapat berkata-kata

Aku pun merindukanmu Ibu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fina Millatun Kamilah

 

Akhirnya Kau Kembali

 

Ketika engkau pergi

Terasa gelisah aku rasa

Keindahan telah sunyi

Tawa dan senyum manismu

Telah pergi mengikuti

Langkah-langkah hati yang kau bawa

 

Andai malam dapat mengerti

Mungkin aku takkan merasa sepi

Penantian yang telah lama aku nanti

Hingga pada akhirnya kau kembali

 

Akhirnya kau kembali

Kembali dengan tawa yang dulu kau bawa pergi

Mengikuti bongkahan hati yang kau sakiti

 

Akhirnya semua telah kembali

Kembali seperti dulu

Kembali pada diriku

Yang telah lama menunggu

Tak sia-sia menunggu lama

Semua telah tiba

Di mana kita harus merasa bahagia

 

 

 

 

Fina Millatun Kamilah

Masih tentangmu

 

Beberapa waktu terakhir ini

Anganku selalu muncul tentangmu

Hati ini tang sanggup

Jejak-jejak bayangmu yang tertinggal

Masih selalu mengelabuhi otakku

Hingga aku selalu merasa rindu

 

Masih tentangmu

Ketika aku teringat akan malam itu

Rasanya kau tak sanggup

Mendengarkan semua keluh kesahmu

 

Kau bilang kau akan pergi dariku

Kata-kata itu selalu berkejar-kejaran dalam benakku

Ketika aku berusaha membuyarkan

Ingatan semakin kuat

 

Masih tentangmu

Kau yang selalu membuatku tertawa

Walaupun dengan beribu-ribu luka

Masih tentangmu

Yang selalu membuatku rindu

Rindu akan kehadiranmu

Yang selalu aku tunggu

 

 

 

 

Fina Millatun Kamilah

Andai Kau Fahami

 

Andai kau memahami

Setiap aku bernafas

Dan setiap nafasku itu

Selalu saja aku teringat

Akan sebuah kenangan

Kenangan yang telah lama terpendam

 

Andai kau fahami

Setiap aku ingin terlelap

Aku teringat tentang kita

Kenangan yang indah dulu

Kini tak dapat terulang

Kenangan yang mesti

Kau tak ingin mengingatnya lagi

 

Andai kau dapat fahami aku

Aku rindu

Rindu kebersamaan

Rindu kehangatn

 

Andai kau fahami aku

Mungkin kita masih bersama

Walau dengan cerita yang berbeda

 

 

 

 

 

Fina Millatun Kamilah

Aku Masih Menyayangimu

 

Malam terkadang membuatku teringat

Akan semua keindahan

Yang kulihat darimu

Dan bayang seakan menjelma

Sebagai angin yang berhembus

Tak terlalu kencang

Hanya sekedar menyapa

Tanpa harus bertatap muka saat berjumpa

 

Aku rindu kamu

Walaupun saat ini

Aku harus merelakan kau dengan dia

Semoga tanpa kehadiranku

Dalam hidupmu

Kau akan merasakan bahagia

Yang sesungguhnya

Bahagia yang kau harapkan

Tanpa harus ada luka

Dan kecewa

 

Satu yang aku pinta

Maafkan aku

Yang tak akan pernah bisa membalas

Kebahagian yang pernah kau berikan

 

 

 

0 Comments