Selamat Datang - DI Blog KATA BINTANG, tempat berproses dan berproduksi serta saling berbagi. Tempat yang nyaman dan saling menguatkan. Tempat para Bintang Memijar.

The Virgin (Perawan)


By Elly Kusuma



Kau tahu, aku adalah perawan


Ijinkan aku Sebentar saja memandangi wajah cinta
Biarkan menggelut senyum berbias kharisma
Sembunyi malu dalam lena menyambut jiwa
Membuat gelisah melekati rasa

Raga bangunkanlah jiwa
Setelah tertidur pulas dari abjad panjang
Berlarilah beranjak tinggalkan lara
Karena kata benar-benar di puncak nestapa

Tunggu aku yang tinggal gelisah tanpa sirna
Menjelma di antara rindu dan kenyataan luka
Tanpa mengajakku bisu kemudian ikut pergi
Membiarkan kekacauan hati berkecamuk

Ia pergi tanpa wariskan sisa
Tinggalkan hati gadis perawan yang teriris
Bagai embun tanpa hangat mentari
Seperti badai menerpa acuh hina diri

Wahai pujangga butir-butir rindu
Sungguh luka mewarnai perjumpaan ini
Mengakhiri sebatas temu aku dan dirimu
Berujung paling ujung di tanduk perpisahan

Percayalah,
aku adalah kegelisahan panjang
kisah yang tak tak selesai selesai
dan tak mungkin disatukan

Aku juga adalah perawan penari kegelapan
Sanggup menyapa manis wajah sang malam
Walau tanpa rembulan kulalui waktu
Bersama kunang-kunang aku menari

Semua atas nama cinta
Kemesraan terasa menyala
Berubah dalam dekapan dendam
Tak mampu melenyapkan cinta sejati

Resah kurasakan teman perjalan panjang
Saat cinta tiada lagi berada diruang makna
Saat kasih dan rindu tiada lagi berbasa basi
Seras hidup tak mampu lagi merangkum jati diri

Rindu meninggalkan cinta
Menggapai hasrat yang lama tiada kepastian
Jika kecewa masih dapat diterima
Namun hati luka tak mampu ditahannya

Sakit dan perih tiba-tiba menganga
Ketika harus jauh dan harus lupa
melepas semuanya
tiada bertegur sapa

cinta enggan menerka
jera menyayanginya
ketika itulah hati begitu luka
menepis melepas cinta yang pernah ada

kau tahu, aku adalah perawan
yang menurutku tak salah mengagumi
Ingin terbang seperti angin
Namun derita terlalu berat untuk melayang

Wahai pujangga, kemarilah
lihatlah kemari
gemulai petikan jemariku
akan membuat kalian mabuk dalam pelukku

seperti aku hari ini
telah mabuk nada-nada anggurnya
aku telah dibuat kacau
diantara desiran pilu

lagunya begitu romantis
merampas perhatian memecah sepi
menambah resah
alam kerinduanku

dengarkanlah santun laguku tuan
iramanya manja mendayu
petikannya sunyi
hati semakin nyeri

bayangan semumu
menari disampingku
nikmatilah syair gila
gelombang nan sumbangku

aku ingin seperti angin
mencabik cabik
rindu tanpa
peduli


kau tahu, aku adalah perawan


Ini satu dari kisah cerita
Kisah yang telah dianggap biasa
Jejak perawan kesepian
Mengharap cinta sejati

Nyanyiannya
Begitu lirih
diruang hampa
tanpa geming

kisah ini hilang dan usang
telah lama terlupakan
di antara perjalanan
panjang dan suram

kisah mengajak tanpa berseru
senandung tanpa satupun lagu syahdu
mengeja ejaan tanpa aksara
bahkan orang menganggapnya biasa

kisah indah
terngiang luar biasa
di lubuk hati daun telinga
orang tetap menganggapnya biasa saja

akhirnya aku adalah perawan

kisah bingung dalam hatinya
ini sudah setengah perjalanan
tak satupun orang menganggapnya
kisah ini luar biasa

detik akhir perjalanan ia terhenti
ada tanya lagi dalam hatinya
sebenarnya aku lupa
kisah ini kisah ini kisah siapa

kisah pun penuh tanya
mereka adalah kisah siapa
tanpa cerita tanpa nyata
senenarnya kisah ini kisah siapa

karena yang aku tahu, aku adalah perawan

Prenduan, 13 juli 2004




Elly Kusuma Ahmad  dengan nama lengkap Elly Kusumawati binti Achmad Kholil. Lahir di Bangkalan 12 Juli 1982 putri dari ibu Mutihah ini dibesarkan dilingkungan keluarga perantau, dari kecil di tinggal orang tua merantau ke Kalimantan Timur, ia tinggal bersama embah yang sangat baik padanya. Menyelesaikan SD di Konang Bangkalan hingga MTs, kemudian melanjutkan MA di Pondok Pesantren Putri 1 Al-Amien Prenduan, lulus dari MA langsung mengabdi untuk ma'had tercinta hingga menyelesaikan kuliah di Fakultas Dakwah Jurusan BPI (IDIA) Al-Amien Prenduan.


0 Comments