Selamat Datang - DI Blog KATA BINTANG, tempat berproses dan berproduksi serta saling berbagi. Tempat yang nyaman dan saling menguatkan. Tempat para Bintang Memijar.

Badai Sebelum CintaMu

Oleh Amilia Rahma Sania





Cinta katamu

Jangan ajari aku kata cinta
Pernahkah kau tersenyum sedang hatimu luka
Kau menangis kala berpisah tak kunjung harapan

Sedang aku meraung saat bercinta, dekat tak mampu mencumbu

 

Cinta katamu


Pernahkah kau cemburu tak mampu menyentuh
Namun hatimu merindu

Sedih mendalam tanpa air mata

Kepekatannya membutakan mata, tak sanggup berpaling setan durjana

Cinta katamu

Apakah pernah kau rasakan kedamaian
Sentuhan tak lagi mendebarkan

Deritanya merajam beribu jarum tanpa perasaan
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan
Yang mengisi sisi gelap hati yang ego merajai penuh dendam

Hanya sekadar ingin memiliki

 

Cinta katamu

 

Benarkah cinta begitu menggelapkan hati

Bagai ketenangan Rabiah Al Adawiyah?

Ketulusan pengabdian Uwais Alqarni

Kenekadan Masyitah dalam kobaran api tanpa tangis menyambut ruh melayang tanpa beban

 

Sebegitu kejamnya dirimu
Bergeming saat cintaNya mengelus melukis hatimu
Sedetik kau lupakanNya

Bagai kekasih berpaling hati setelah berjanji

 

Memintamu mendekat dengan badai kisruhnya cinta

Merayu mendekat urat nadi tak terpisah

Berbisik memohon tanpa kehilangan keagunganNya

Kalaulah kau datang tanpa perasaan

hanya ritual bercinta tanpa sentuhan rasa

Ingatlah dahsyatnya rasa cemburu

Cinta yang mengalahkan amarah


Haruskah kau begitu pandir

Kau hanya perlu datang bersimpuh

Tempelkan kepalamu yang sombong itu di haribaanNya
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki.

 

Cinta katamu

 

Cinta tak akan melengos pergi

Tak pernah mati

Hanya kepandaianmu tak pernah sampai

Kebahagiaan sejati adalah mencintai Dzat Pecinta sejati

 

Cintanya abadi

 

 

 

Sumenep 13, Januari 2023

 

1 Comments

  1. Bagus dan menyentuh. Puisi ini seakan mengajarkan bahwa cinta itu memiliki seribu muka

    ReplyDelete